Kejujuran / Honesty
Halo, ketemu lagi neeh, artikel saya yang sekarang ini coba membahas tentang kejujuran,.... kata yang banyak didengungkan dan sering dipampangkan di media massa baik oleh tokoh yang merasa mewakili masyarakat , maupun orang yang sialnya dipilih oleh masyarakat untuk memimpin negara ini, sering kita mendengar ataupun membaca kata surgawi yang menyejukan ini diucapkan oleh para pecundang itu untuk mengelabui publik / rakyat , sedangkan tokoh 2 ini tidak mampu memperlihatkan perilaku yang sesuai dengan kata indah yang diucapkannya itu , mereka hanya mampu mengucapkan kata2 surgawi itu tanpa mampu mengimplementasikan dalam kehidupan dan tugasnya sehari-hari, perilaku seperti ini tergambarkan dari.....sekedar contoh pemimpin negara yang mengatakan di awal pemerintahannya bahwa dia akan berada di garis terdepan untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu, tapi apa kenyataannya di era kekuasaannya korupsi semakin merajalela, KPK mampu dibuat lumpuh olehnya, mungkin ada beberapa penangkapan , tetapi itu semua cuma kosmetik, realitanya yang ditangkap hanya kasus2 kecil dengan nominal yang tidak seberapa, tetapi kasus -kasus utama seperti kasus bank Century yg berkaitan langsung dengan dapur partai yang berkuasa, kasus anggota KPU yang memanipulasi surat suara (andi nurpati), kasus korupsi Nazaruddin, yang berkaitan langsung dengan para pimpinan tertinggi partai Demokrat (partainya sang"Pemimpin"), sampai detik ini tidak pernah terungkap tuntas.
Di Indonesia tercinta ini kejujuran adalah elemen yang langka, bahkan punah seiring perilaku para pejabat yang berperilaku tidak pernah menjunjung kejujuran , bahkan perilaku tidak jujur sudah dimulai di awal mereka menduduki posisi legislatif maupun eksekutif, di awal kampanye mereka mengungkapkan program-program ideal yang membuat rakyat terlena dan serasa terbang ke atas awan, begitu masa kampanye usai dan mereka mulai menduduki tampuk kekuasaan masing -masing , semua program ideal itu menguap hilang seperti embun di pagi hari, dan dimulailah birokrasi yang selalu dilandasi ketidak jujuran dan uang, tinggallah rakyat kecil yang hidup merana menjadi bulan-bulanan perilaku koruptif para birokrat, perilaku koruptif ini bukan hanya penggelapan uang negara, tetapi juga mengeluarkan kebijakan/peraturan yang tidak berfihak kepada rakyat kecil sebagai contoh peraturan kerja system kontrak , yang menjadikan pekerja sebagai pihak yang paling dirugikan karena, dijadikan sebagai sapi perahan, dalam hal ini juga pengusaha tidak sepenuhnya diuntungkan , para pengusaha di dalam operasional usahanya menghadapi berbagai pengeluaran2 keuangan yg tidak jelas dan liar yg harus dibayarkan kepada pihak birokrat, dengan kondisi seperti ini, pengusaha akan mencekik pos pengeluaran keuangan untuk pihak pekerja, untuk menalangi pengeluaran liar kepada pihak birokrasi.
birokrasi dalam hal ini Pemerintah, tidak melaksanakan amanat Undang -undang untuk melaksanakan tugas untuk mensejahterakan rakyat, tetapi berkomplot dengan pihak yang memiliki kapital, untuk keuntungan pribadi ,yang berakibat pada kesengsaraan rakyat, semua perilaku seperti tersebut diatas, diawali oleh rasa Kejujuran yang sudah menipis di kalangan birukrasi , baik eksekutif , maupun legislatif.
Secara pribadi, Saya berdoa kepada Tuhan semoga ,menghukum para pejabat korup dan tidak jujur tersebut, dengan hukuman di dunia dan di akhirat.....sekian dulu artikel yang tidak bermutu ini, yang saya tulis di malam yang hampir menjadi malam takbiran, tetapi tertunda satu hari lagi (29- Agustus-2011), semoga ada manfaatnya bagi para sahabat yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membaca artikel ini ok, Aku Ciaoo dulu yak.....Bye
JUAL BELI
-
Halo, ketemu lagi nee, artikel sederhana ini saya buat setelah membaca tweet, dari seorang pimpinan partai bu*uk yg sedang berkuasa, sa...
-
kami menyediakan snack berlabel Kriuk, dengan berbagai pilihan rasa dan bentuk, dengan harga per satuan Rp 4000, tetapi jika anda berniat u...
-
Judul yang agak aneh, Penawur--> itu sebutan saya untuk anggota masyarakat yang menyukai duel beramai-ramai hanya untuk meributkan hal y...
-
Apa khabar Sahabat, artikel ini ditulis dimalam tanggal 1 Januari 2012, tepatnya 5 menit sebelum pergantian tahun, tanpa bermaksud mengurang...
-
dijual rumah tinggal di daerah jakarta timur, harga Rp 235 juta, sertifikat HGB siap upgrade ke SHM, luas tanah 108 meter persegi, 3 kamar t...
-
Capt.Redi Dasman,M.Mar: Tentang "AYAH" : ◕ Yang Tidak Bisa di Ucapkan oleh seorang "AYAH" ◕ by Ricko Bahemar on Friday,...
-
Jualan accesories all new CRV Spoiler Modullo Rp 350.000,- Bumper Mugen All new CRV Front/fog lamp, rear/spoiler Rp 7.500.000,- kondis...
-
di jaman ini internet sudah luas digunakan untuk berbagai aktivitas, dari yang penting sampai hanya sekedar menghabiskan waktu luang, saya p...
-
http://www.newscientist.com/article/dn20876-giant-red-crabs-invade-the-antarctic-abyss.html
Senin, 29 Agustus 2011
Kamis, 25 Agustus 2011
Catatan Kecil Orang Pinggiran 1
Loha, kita bertemu lagi dengan tulisan saya, yang berikut ini, saat ini kita akan membahas tentang anak2 yang meminta minta di lampu merah, artikel ini saya buat dengan maksud, pertama saya sedang mengisi waaktu, karena sedang unemploy / seddang tidak ada transaksi besar dalam usaha kecil saya, kedua sdg mengasah kualitas tulisan saya, ketiga menyampaikan realitas yang sedang terjadi di sekitar kita kepada para sahabat yang rela menghabiskan waktunya membaca artikel yang biasa2 ini.semoga anda semua mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini. Mohon maaf dengan kualitas tulisan saya yang belepetan, semoga para sahabat tidak berfokus pada tata tulisan yang belepetan ini, tetapi dari intisari yang terkandung di dalam artikel ini.
Di pagi hari yang cerah, pada saat kita berangkat kerja menjemput rejeki dari Tuhan, dan di sore hari sepulang kita dari pekerjaan, di lampu merah kita akan melihat realita yang tidak sedap dipandang mata, yakni pemandangan anak - anak yang mehaturkan tangan-tangan kecil mereka untuk meminta sekedar belas kasih dari anggota masyarakat yang sedang melewati kawasan tempat mangkal mereka, sebenarnya apabila kita banyak menyaksikan fenomena seperti ini di sekitar kita, kita seharusnya bisa melakukan introspeksi ke dalam diri, apa kah penyebab fenomena seperti ini semakin meluas, kondisi seperti tersebut diatas , dimulai dari orang tua anak2 tersebut yang tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah yang layak bagi anak2 tersebut, yang berakar dari lapangan kerja yang tidak mampu menampung mereka atau bisa juga dari kemalasan yg berasal dari kebodohan yg berawal dari biaya pendidikan yang terlalu mahal, yg mengakibatkan mereka tidak memiliki persyaratan edukasi yang mencukupi untuk dpt diterima di dunia kerja, andaikan saja para penyelenggara negara dapat menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas sampai perguruan tinggi, saya yakin, akan langsung berpengaruh secara signifikan, terhadap pengurangan peminta-minta di lampu merah ataupun di tempat lainnya di Indonesia tercinta ini.
Kita semua tahu mekanisme pembodohan massive yang sedang melanda republik ini, yang dilancarkan oleh tangan2 yang tidak terlihat, mungkin bagi anda yg kyurang faham dengan kata2 saya, saya beri sedikit penjelasan, di stasiun2 tv kita banyak disajikan siaran 2tv yang tidak memiliki nilai edukasi, sebagai contoh sinetron2 tv yg hanya memperlihatkan gaya hidup mewah yg tidak memperlihatkan proses pencapaian seperti apa untuk mendapatkan kemewahan yg diperlihatkan , semua jadi terlihat mudah dan instan, tanpa perlu bekerja keras seorang tokoh didalam film tersebut dapat memiliki kemewahan yang hanya dapat dibayangkan, bahkan tak terbayangkan oleh 99 % rakyat Indonesia yang harus membanting tulang dari pagi buta sampai malam hanya untuk dapat hidup layak, kemewahan yg diperlihatkan di dalam film2 tersebut mampu membentuk mental yg ingin serba instant tanpa harus bekerja keras, yang berujung pada permisifme terhadap perilaku koruptif.....perilaku ada kesempatan ...sikat, dan membentuk mentalitas pemalas dn tidak mau bekerja keras, perilaku seperti ini juga sudah meliputi kepada para penyelenggara negara terlihat pada badan legislatif dan eksekutif .....badan2 ini hanya mampu membentuk opini dan pencitraan tanpa hasil kerja yang jelas, contoh siaran tv lainnya adalah kurangnya siaran edukatif yang memancing kreatifitas dari para pemirsanya yang notabene adalah dari kalangan kebanyakan yang memfokuskan televisi sebagai hiburan utamanya seperti berita2 selebrity dan berita politik yang tak jelas juntrungannya......yang berputar pada omong kosong dan pembohongan publik...yach segini dulu ide yg saya miliki tulisan ini suwaktu2 bisa berubah sedikit tergantung editan saya , terima kasih atas waktunya membaca tulisan yang tak bermutu ini..
Di pagi hari yang cerah, pada saat kita berangkat kerja menjemput rejeki dari Tuhan, dan di sore hari sepulang kita dari pekerjaan, di lampu merah kita akan melihat realita yang tidak sedap dipandang mata, yakni pemandangan anak - anak yang mehaturkan tangan-tangan kecil mereka untuk meminta sekedar belas kasih dari anggota masyarakat yang sedang melewati kawasan tempat mangkal mereka, sebenarnya apabila kita banyak menyaksikan fenomena seperti ini di sekitar kita, kita seharusnya bisa melakukan introspeksi ke dalam diri, apa kah penyebab fenomena seperti ini semakin meluas, kondisi seperti tersebut diatas , dimulai dari orang tua anak2 tersebut yang tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah yang layak bagi anak2 tersebut, yang berakar dari lapangan kerja yang tidak mampu menampung mereka atau bisa juga dari kemalasan yg berasal dari kebodohan yg berawal dari biaya pendidikan yang terlalu mahal, yg mengakibatkan mereka tidak memiliki persyaratan edukasi yang mencukupi untuk dpt diterima di dunia kerja, andaikan saja para penyelenggara negara dapat menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas sampai perguruan tinggi, saya yakin, akan langsung berpengaruh secara signifikan, terhadap pengurangan peminta-minta di lampu merah ataupun di tempat lainnya di Indonesia tercinta ini.
Kita semua tahu mekanisme pembodohan massive yang sedang melanda republik ini, yang dilancarkan oleh tangan2 yang tidak terlihat, mungkin bagi anda yg kyurang faham dengan kata2 saya, saya beri sedikit penjelasan, di stasiun2 tv kita banyak disajikan siaran 2tv yang tidak memiliki nilai edukasi, sebagai contoh sinetron2 tv yg hanya memperlihatkan gaya hidup mewah yg tidak memperlihatkan proses pencapaian seperti apa untuk mendapatkan kemewahan yg diperlihatkan , semua jadi terlihat mudah dan instan, tanpa perlu bekerja keras seorang tokoh didalam film tersebut dapat memiliki kemewahan yang hanya dapat dibayangkan, bahkan tak terbayangkan oleh 99 % rakyat Indonesia yang harus membanting tulang dari pagi buta sampai malam hanya untuk dapat hidup layak, kemewahan yg diperlihatkan di dalam film2 tersebut mampu membentuk mental yg ingin serba instant tanpa harus bekerja keras, yang berujung pada permisifme terhadap perilaku koruptif.....perilaku ada kesempatan ...sikat, dan membentuk mentalitas pemalas dn tidak mau bekerja keras, perilaku seperti ini juga sudah meliputi kepada para penyelenggara negara terlihat pada badan legislatif dan eksekutif .....badan2 ini hanya mampu membentuk opini dan pencitraan tanpa hasil kerja yang jelas, contoh siaran tv lainnya adalah kurangnya siaran edukatif yang memancing kreatifitas dari para pemirsanya yang notabene adalah dari kalangan kebanyakan yang memfokuskan televisi sebagai hiburan utamanya seperti berita2 selebrity dan berita politik yang tak jelas juntrungannya......yang berputar pada omong kosong dan pembohongan publik...yach segini dulu ide yg saya miliki tulisan ini suwaktu2 bisa berubah sedikit tergantung editan saya , terima kasih atas waktunya membaca tulisan yang tak bermutu ini..
Langganan:
Postingan (Atom)







