JUAL BELI

Kamis, 25 Agustus 2011

Catatan Kecil Orang Pinggiran 1

Loha, kita bertemu lagi dengan tulisan saya,  yang berikut ini, saat  ini kita akan membahas tentang anak2 yang meminta minta di lampu merah, artikel ini saya buat dengan maksud, pertama saya sedang mengisi waaktu, karena sedang unemploy / seddang tidak ada transaksi besar dalam usaha kecil saya, kedua sdg mengasah kualitas tulisan saya, ketiga menyampaikan realitas yang sedang terjadi di sekitar kita kepada para sahabat yang rela menghabiskan waktunya membaca artikel yang biasa2 ini.semoga anda semua mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini. Mohon maaf dengan kualitas tulisan saya yang belepetan, semoga para sahabat tidak berfokus pada tata tulisan yang belepetan ini, tetapi dari intisari yang terkandung di dalam artikel ini.

Di pagi hari yang cerah, pada saat  kita berangkat kerja menjemput rejeki dari Tuhan, dan di sore hari sepulang kita  dari pekerjaan, di lampu merah kita  akan melihat realita yang tidak sedap dipandang mata, yakni pemandangan anak - anak yang mehaturkan tangan-tangan kecil mereka untuk meminta sekedar belas kasih dari anggota masyarakat yang sedang melewati kawasan tempat mangkal mereka, sebenarnya apabila kita banyak menyaksikan fenomena seperti ini di sekitar kita, kita seharusnya bisa melakukan introspeksi ke dalam diri, apa kah penyebab fenomena seperti ini semakin meluas, kondisi seperti tersebut diatas , dimulai dari orang tua anak2 tersebut yang tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah yang layak bagi anak2 tersebut, yang berakar dari lapangan kerja yang tidak mampu menampung mereka atau bisa juga dari kemalasan yg berasal dari kebodohan yg berawal dari biaya pendidikan yang terlalu mahal, yg mengakibatkan mereka tidak memiliki persyaratan edukasi yang mencukupi untuk dpt diterima di dunia kerja, andaikan saja para penyelenggara negara  dapat menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas sampai perguruan tinggi, saya yakin, akan langsung berpengaruh secara signifikan, terhadap pengurangan peminta-minta di lampu merah ataupun di tempat lainnya di Indonesia tercinta ini.

Kita semua tahu mekanisme pembodohan massive yang sedang melanda republik ini, yang dilancarkan oleh tangan2 yang tidak terlihat, mungkin bagi anda yg kyurang faham dengan kata2 saya, saya beri sedikit penjelasan, di stasiun2 tv kita banyak disajikan siaran 2tv yang tidak memiliki nilai edukasi, sebagai contoh sinetron2 tv yg hanya memperlihatkan gaya hidup mewah yg tidak memperlihatkan proses pencapaian seperti apa untuk mendapatkan kemewahan yg diperlihatkan , semua jadi terlihat mudah dan instan, tanpa perlu bekerja keras seorang tokoh didalam film tersebut dapat memiliki kemewahan yang hanya dapat dibayangkan, bahkan tak terbayangkan oleh 99 % rakyat Indonesia yang harus membanting tulang dari pagi buta sampai malam hanya untuk dapat hidup layak, kemewahan yg  diperlihatkan di dalam film2 tersebut mampu membentuk mental yg ingin serba instant tanpa harus bekerja keras, yang berujung pada permisifme terhadap perilaku koruptif.....perilaku ada kesempatan ...sikat, dan membentuk mentalitas pemalas dn tidak mau bekerja keras, perilaku seperti ini juga sudah meliputi kepada para penyelenggara negara terlihat pada badan legislatif dan eksekutif .....badan2 ini hanya mampu membentuk opini dan pencitraan tanpa hasil kerja yang jelas, contoh siaran tv lainnya adalah kurangnya siaran edukatif yang memancing kreatifitas dari para pemirsanya yang notabene adalah dari kalangan kebanyakan yang memfokuskan televisi sebagai hiburan utamanya seperti berita2 selebrity dan berita politik yang tak jelas juntrungannya......yang berputar pada omong kosong dan pembohongan publik...yach segini dulu ide yg saya miliki tulisan ini suwaktu2 bisa berubah sedikit tergantung editan saya , terima kasih atas waktunya membaca tulisan yang tak bermutu ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar