JUAL BELI

Selasa, 02 Juli 2013

Mendayagunakan para Penawur

Judul yang agak aneh, Penawur--> itu sebutan saya untuk anggota masyarakat yang menyukai duel beramai-ramai hanya untuk meributkan hal yang tidak jelas juntrungannya, itu prolog singkat saya.

halo kita jumpa lagi dalam artikel sederhana ini, saya juga mengharapkan ada tanggapan atas seluruh artikel yang dimuat, supaya ada komunikasi timbal balik antara saya dan para sahabat yang rela meluangkan waktunya yang sangat berharga untuk membaca artikel dari penulis udik ini, sebelumnya saya ucapkan Terima kasih.....

Kembali kepada pokok dari tulisan ini, Penawur..., kita sering melihat di media di beberapa lokasi di ibu kota sering menjadi ajang perkelahian antara para penawur atau biasa disebut kejadian tawuran, kejadian ini biasa terjadi karena gesekan antara beragam manusia , yang  menempati satu lokasi. di jakarta ini ada beberapa lokasi yang biasa menjadi tempat tawuran, sekedar contoh, matraman, manggarai, lokasi di sekitar kampus YAI dan UKI, dan beberapa tempat lainnya di jakarta dan di beberapa provinsi lainnya di Republik Indonesia yang tercinta ini.

Saya pribadi melihat bahwa kejadian tawuran ini membuang enerji si pelaku secara sia-sia, kenapa Negara tidak memanfaatkan perilaku / ataupun pelaku menjadi anggota wajib militer dan ditempatkan di kawasan perbatasan untuk menjaga kawasan perbatasan dengan dasar pemikiran, bahwa pelaku tawuran memiliki semangat yang jika di pupuk dengan benar, akan menjadi semangat nasionalisme yang berkobar membara di dalam dada.

kita lihat dari komposisi / latar belakang non kuantitatif dari pelaku tawuran, :
   1. Pengangguran /Preman
   2. Mahasiswa /Pelajar
   3. Pekerja Informal/ kasar
   4. Pekerja Formal yg terprovokasi

seperti judul yang saya buat diatas , yakni memberdayakan para penawur, kenapa lembaga pemerintah atau swasta ,tidak tergerak untuk menyediakan sarana atau prasarana untuk mengakomodasi hobby dari anggota masyarakat yang senang bertarung tersebut, dalam bentuk penyediaan sasana bertinju, agar hobby mereka terlampiaskan , atau yang lebih ekstrem lagi , mengirimkan mereka ke titik perbatasan dengan negara tetangga yang hobby mencaplok negara kita semeter demi semeter, saya yakin sekali, bahwa bala tentara negara jiran yang hobby mencaplok tersebut ,tidak  akan berani menghadapi masyarakat kita yang beringas dan hobby tawuran tersebut,........tolong direnungkan ...ide gila ini...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar